Archive for December, 2007

Tip untuk Anda

Posted in Uncategorized with tags on December 27, 2007 by kushinryu

Aksi kejahatan terus merajalela belakangan ini. Tentunya butuh kesiapan dan kesigapan jika sewaktu-waktu hal tersebut menjumpai anda. Berikut teknik beladiri praktis yang bisa anda pelajari dengan mudah. Selamat mencoba…

Liputan WSDK di Bandung TV

Posted in Uncategorized with tags on December 26, 2007 by kushinryu

Saksikan liputan kegiatan WSDK di Bandung TV melalui fasilitas www.youtube.com.

Pasukan “Cabe Rawit” Dojo Kopo Rebut Enam Emas

Posted in Uncategorized with tags on December 24, 2007 by kushinryu

Atlet Junior Dojo Kopo berhasil merebut 6 Emas, 1 Perak dan 4 Perunggu pada kejuaraan junior tingkat TK, SD dan SMP yang digelar Unit Karate Universitas Dharma Persada, Jakarta Timur, Minggu (23/12). Dalam kejuaraan tersebut, Dojo Kopo hanya terpaut satu perak dengan Dojo Pondok Ungu, Bekasi yang tampil sebagai Juara Umum.

Para atlet muda Kopo mendominasi perolehan medali di nomor KATA tingkat SD dan SMP. bahkan di nomor KATA tingkat SD, Dojo Kopo berhasil menyapu bersih medali lewat karateka Aderia, Diva dan Levana. Sementara itu, Leni (Kopo), yang juga atlet andalan Dojo Kopo mampu menyumbangkan dua emas, masing-masing untuk nomor KATA dan KUMITE.

Di nomor Kumite, Leni berhasil mengungguli pesaing beratnya dari Pondok Ungu dengan skor telak 7-2. “Kami cukup puas dengan dengan hasil yang diperlihatkan anak-anak. Kejuaraan seperti ini, sangat dibutuhkan anak-anak untuk menambah jam terbang dan memacu semangat,” ujar Novel, pelatih Tim Cabe Rawit Dojo Kopo, kepada Banzai KKI, Minggu.

Penampilan gemilang pasukan “Cabe Rawit” Dojo Kopo juga ditunjukan dua karateka berbadan mungil Candra dan Regi. Keduanya tampil memukau dengan teknik permainan yang agresif dan meyakinkan. Pada babak perebutan pool, kedua karateka cilik ini saling berhadapan. Namun, kemampuan teknik dan pengalaman yang dimiliki Regi akhirnya mengubur harapan Candra melaju ke babak final.

Di final, Regi kembali memukau dengan mengalahkan karateka dari Pondok Ungu dengan skor telak. Sayang, selisih perolehan medali yang terpaut satu perak, justru menguburkan para karateka cilik Kopo untuk membawa pulang Piala Bergilir dari Rektor Universitas Dharma Persada. (zallu)

Wartakan Kegiatan Anda Melalui Situs Ini

Posted in Uncategorized with tags on December 10, 2007 by kushinryu

Osh.

Kepada sahabatku anggota Kushin Ryu yang ada di Tanah Air, kami memberi ruang kepada rekan-rekan untuk mewartakan segala kegiatan anda di Dojo/daerah masing-masing melalui situs kami.

Kiriman bisa berupa tulisan, hasil peliputan koran atau foto kegiatan yang dilengkapi dengan caption atau keterangan gambar. Silahkan kirim melalui email: zallu2004@yahoo.co.id

Atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terimakasih

moderator
zallu alraja dilaga

Filosofi Celana Dalam Pendekar Horyu Martsuzaki

Posted in Uncategorized with tags on December 7, 2007 by kushinryu

sensei.jpg“Karate itu seperti celana dalam,” ujarnya mengejutkan.

Enggak, Anda tidak salah dengar. Karate memang bak pakaian dalam. Maksudnya, dia melekat pada diri, tapi tak pantas terlihat, apalagi sengaja diperlihatkan. Orang mempelajari ilmu bela diri justru agar tak tampak galak. Di keseharian, ada dua gaya hidup seni bela diri. Pertama, yang mementingkan peningkatan ilmu untuk memahami hakikat hidup dan mencapai jatidiri tertinggi sehingga bersikap rendah hati, dan sebaliknya, yang berniat memanfaatkan ilmu untuk memburu “nama baik” dan nama besar.

“Siapa saja yang ingin menguasai karate, pertama dan terpenting tak iri hati, berburuk sangka, mesti selalu rendah hati, pemurah, berperilaku baik, memelihara ketenangan spiritual, berusaha keras menjadi teladan bagi semua,” saran sang sensei yang juga punya murid di Australia, Paraguay, Uruguay, Chile, Argentina, Panama, Timor Leste, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea ini.

Saran bijak tadi tertuang di sampul bukunya, Perjuangan Hidup: Hakikat Kushin-Ryu Karate-Do (Primamedia Pustaka, 2006). Sesuai makna karate-do, karate (dasar tangan kosong), do (harus selalu ingat belajar kemanusiaan).

Penguasaan ilmu karate oleh orang tanpa mental mantap bisa fatal. Bila sebatas teknik pukulan dan serangan, itu baru kulitnya. Inti terdalam berarti mempelajari hidup dan manusia itu sendiri. Karate mengenalkan 100 titik lemah tubuh manusia, 44 di antaranya terlemah. Titik lemah berada di pusat otot, daging, pembuluh darah dan saraf. Jika ditinju atau ditendang karate-ka berketerampilan tinggi, bisa meninggal.

Karena tahu betapa berbahayanya titik lemah, bagian ini malah jarang sekali diserang. Kalahkan lawan dengan tenaga seminimal mungkin. Mengalahkan lawan itu penting, tapi menciptakan keadilan dalam bertanding itu lebih penting.

Karate menjembatani penempaan semangat dan jiwa untuk menemukan hakikat watak kita sendiri. Jika tak mengenali diri sendiri, kita tak dapat mengenali musuh. Jadi, pendekar sejati itu menguasai diri sendiri. Kekuatan yang sesungguhnya tak hanya membuat lawan takut tapi juga memberi kesegaran bagi lawan yang dikalahkan. Lawan mengakui kehebatan kita dengan hormat. Lawan tak ingin lagi menyerang. Kita menang tanpa diserang, tanpa perlu melawan.

“Saya belajar karate sejak sembilan tahun. Sampai kini merasa belum benar-benar menguasai intinya. Ini pelajaran sampai mati. Tiada guna banyak ilmu tanpa diterapkan. Dalam karate ada siasat, pura-pura tak kuat supaya lawan lengah, kita menang. Jadi di keseharian, karate membekali raga terlatih, pikiran terjaga. Sesekali marah, gusar, itu wajar. Tapi sebentar saja. Ini proses. Sewaktu muda saya juga sering marah, menggugat Tuhan, ha…ha…. Tapi makin berumur, kita mesti makin bijak. Seperti padi. Makin berisi makin merunduk.”

“Mempelajari olahraga atau seni bela diri bangsa lain, berarti mengenali budaya bangsa itu sendiri,” ujar Horyu dalam bahasa Indonesia fasih berlogat kental Jepang, tentang alasan datang ke Indonesia sejak akhir 1966.

Yang menarik, akar budaya tiap bangsa memberi warna tersendiri pada teknik karate. Orang Eropa lebih cocok memukul ke atas seolah memetik buah di ranting pohon. Orang Asia yang umumnya berlatar budaya petani lebih cocok memukul ke bawah seolah menanam padi. Secara fisiologis, jumlah serat otot ras Mongoloid macam Jepang dan Indonesia lebih sedikit dibanding Anglo-Saxon. Tapi bukan berarti refleks, naluri dan kemampuan bertarung Asia lebih rendah dibandingkan Anglo-Saxon. Agar menang, ras Mongoloid mesti berlatih keras untuk mengubah mutu otot dan memaksimalkan fungsi otot, kecepatan dan gerakan badan dari berbagai sudut, serta menggali kemampuan tersembunyi.

Karate yang kini dikenal berasal dari Jepang, sebenarnya lahir dari sinergi kungfu Cina dengan seni bela diri Jepang, ju-jutsu, toshin-jutsu, bo-jutsu, karate Okinawa. Unsur yang berbeda itu memperkaya. Misalnya, sundome (larangan menendang dan memukul ke badan lawan) bukan dari kungfu.

Karate-do aliran Kushin-Ryu dikembangkan Sannosuke Ueshima (1893-1987) pada 1932 dari gabungan kungfu Shaolin, karate Okinawa dan aliran Konshin-ryu Juho-jutsu, serta tinju Barat. Kushin bermakna kosong, melepaskan kesadaran hingga menyatu dengan alam semesta. Juho-jutsu itu jurus mengendalikan lawan tanpa pukulan mematikan tapi dengan kekuatan mental.
Oleh ayahnya yang sensei judo, Horyu awalnya “dipaksa” berlatih judo yang lebih olahraga bantingan dan karate yang lebih ke bela diri dan sikap satria.

Saat “ditugaskan” mengembangkan sayap ke luar Jepang, ia sebenarnya ditawari ke AS, “Tapi saya lebih suka Asia,” ujar pria yang secara fisik tak mengesankan sebagai mahaguru karate. “Ayah saya orang kaya, mengirimi uang untuk biaya hidup penuh. Sampai 42 tahun ini kami sama sekali tak ambil iuran untuk karate. Untuk nafkah hidup, kami punya bisnis,” ujarnya seraya merahasiakan jenis bisnisnya.

“Tak perlu cari kaya, tapi kebetulan diberkahi kaya ya enak. Ini wujud terima kasih. Terima dari Tuhan lalu kasih (berikan) pada orang lain. Jadi, orang kaya mengambilkan untuk yang lebih membutuhkan. Membantu orang lain tanpa membuat mereka merasa berutang budi. Benar-benar rela.” (Christantiowati)

Terkait Kasus Pelecehan Telly, Rita Minta Waktu

Posted in Uncategorized with tags on December 5, 2007 by kushinryu

Jakarta – Menyusul kasus dugaan pelecehan seksual pelatih karate kepada karateka Telly Melinda, Ketua Umum KON dan KOI Rita Subowo akan segera menindaklanjuti dengan segera. Hanya saja, Rita meminta waktu menyusul pihaknya tengah berkonsentrasi jelang SEA Games Thailand 2007. Selain itu, isu pelecehan seksual merupakan hal yang sangat sensitif.
“Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi. Tapi saya akan segera mengambil langkah penyelesaiannya, tapi saya minta waktu. Soalnya kita sedang konsentrasi ke SEA Games dan masalah ini sangat sensitif,” ujar Rita usai melakukan pertemuan dengan timnas sepakbola U-23 di Senayan, Selasa (13/11). Rita juga meminta kepada banyak pihak untuk tidak terpengaruh lebih jauh atas kasus ini. Artinya, jangan sampai mengganggu persiapan SEA Games khususnya untuk timnas karate tentunya.
Kasus ini muncul setelah mantan karateka pelatnas Telly Melinda mengaku telah dilecehkan oleh pelatih karate Willem Mantiri, kepada wartawan pekan lalu. Telly sudah melaporkan kasus ini kepada PB FORKI tetapi tidak mendapat tanggapan dan malah mendapat pemecatan dari Pelatnas Karate SEA Games Thailand 2007 beberapa waktu lalu. Kendati demikian, Telly sudah melaporkan kasusnya kepada IANI (Ikatan Atlet dan mantan Atlet Nasional Indonesia) tetapi belum melaporkan kepada pihak berwenang. (ray)

Hendro dan Donny Tumpuan Karate Rebut Emas

Posted in Uncategorized with tags on December 5, 2007 by kushinryu

Penulis: Bintang Krisanti

JAKARTA–MEDIA: Peluang emas karateka Hendro Salim dan Donny Dharmawan (KKI) di SEA Games 2007 kian besar. Wasit Federasi Karate Asia Robert Wunder menilai keduanya punya kelincahan yang bagus.

“Donny (-65kg) punya body movement yang bagus. Untuk Hendro dia termasuk atlet paling lincah kalau untuk kelas berat (+75kg) macam itu,” kata Robert seusai memimpin simulasi tanding tim pelatnas karate di Hall C Senayan, Jakarta, Jumat (30/11).

Dalam simulasi tanding tersebut Hendro yang ditargetkan emas di nomor kumite kelas +75kg melawan atlet sesama pelatnas Yelovin Praseto yang bermain di kelas -60kg. Simulasi tanding ini tidak bertujuan untuk mencari siapa pemenang namun untuk melihat teknik dan pemenuhan kaidah tanding sang atlet.

“Untuk kaidah, hampir sebagian sudah baik. Seperti saat clinch mereka sigap langsung melakukan bantingan. Kalau lupa ini bisa mengurangi nilai,” jelas Robert.

Sementara itu untuk peluang dua emas lainnya yakni kata (peragaan) beregu putra dan putri, Robert juga menilai banyak kemajuan. “Sebelumnya saya melihat mereka banyak kelemahan di kaki, sekarang sudah bagus,” jelasnya.

Karate melakukan simulasi serupa minggu lalu. Saat itu Robert memberikan masukan untuk perbaikan gerakan kaki. Kata beregu putra menurunkan tiga atlet yakni Faisal, Aswar, dan Fidelisa. Sedangkan kata beregu putri terdiri dari Dewi Yulianti, Alit Tresna, dan Yuli Eka Yanti. (Big/ Mon/OL-03)