
Pukulan Alijon Sarimasqov mendarat di wajah Bambang Maulidin (merah) saat bertanding di kelas Kumite -55kg, pada the 15th Asian Games Doha 2006, di Doha, Qatar
menempatkan delapan karatekanya untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Karate WKF Ke-19 yang digelar di Tokyo, Jepang, 13-16 November mendatang.
Kedelapan karateka itu adalah M Umar Syarief yang akan turun di kelas +80 kilogram dan kelas bebas, Hendro Salim (-80 kg), Christo Mondulu (-75 kg), Ismail Aswar (-70 kg), Ade Bagus (-65 kg), atlet KKI Donny Darmawan (-60 kg), serta dua karateka putri, Puspita Triana G (-60 kg) dan Meliana Kodoati main di kelas bebas.
“Pemilihan karateka yang akan mewakili Indonesia diambil dari hasil peraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional XVII 2008 Kalimantan Timur pertengahan tahun ini,” kata Madju Dharyanto Hutapea,
yang ditunjuk sebagai chief de mission, Kamis (9/10).
Pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas)-nya akan dilaksanakan mulai 13 Oktober hingga 9 November. “Karena waktunya singkat, jadi pelatnasnya akan kami laksanakan di Mako Komando Pasukan Khusus, Cijantung,” lanjut Madju, yang juga Ketua Bidang Pembinaan & Prestasi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki).
Namun, sebelum SK penunjukan nama para karateka dikirim kepada setiap Pengda Forki tempat bernaung para karateka, Christo Mondulu lebih dulu menyampaikan keberatannya karena ada masalah keluarga.
“Tentu selain langsung memberikan kesempatan tersebut kepada peraih medali perak PON XVII Kaltim, Yanuar M, kami juga akan minta keterangan lebih rinci kenapa Christo mengundurkan diri dari ajang
yang justru ditunggu setiap karateka dunia untuk dapat memperlihatkan kepiawaiannya,” ujar Madju, yang didampingi Maxi W Pauran, Sekretaris PB Forki.
Pada kesempatan itu Maju menambahkan bahwa rencana pelaksanaan ajang karate paling bergengsi Piala KSAD 2008, yang semula akan digelar bulan ini, di undur hingga 4-6 Desember mendatang, di Istora Senayan.
Pengunduran ini berdasarkan usulan yang datang dari beberapa Pengda Forki. Alasan utama mereka adalah saat ini masih dalam masa merayakan Idul Fitri, selain kesibukan lain. Termasuk di antaranya
Pengda Forki Kaltim yang disibukkan oleh PON yang disusul dengan Porcanas. (NIC)





