Archive for December, 2008

PB Forki Terapkan Prodeg

Posted in WARTA TATAMI with tags on December 31, 2008 by kushinryu

Jakarta, Sinar Harapan – Upaya menghasilkan atlet berprestasi menuju SEA Games XXV Laos tahun 2009 mendatang, PB Forki akan menggunakan sistem promosi degradasi (Prodeg) dalam Pelatnas. Untuk itu Pelatnas SEA Games yang dimulai akhir Januari 2009 akan diisi oleh 30 atlet.
Demikian dikatakan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki, Madju Dharyanto seusai melakukan koordinasi dengan KON / KOI di Jakarta, Selasa (23/12). “Meski di Laos akan dipertandingkan 10 kelas masing-masing 6 putra dan 4 putri, namun tetap dipanggil atlet seoptimal mungkin untuk mengantisipasi atlet yang gugur dalam Seleknas,” ujarnya.
Pasalnya, selama Pelatnas SEA Games XXV berlangsung akan dilakukan beberapa tahapan Seleknas. Semua itu diharapkan mampu menghasilkan atlet yang berprestasi puncak yang diturunkan di Laos nantinya.
Strategi ini diterapkan oleh PB Forki dengan harapan tim karate Indonesia mampu mengulang sukses meraih juara di SEA Games XXV seperti di Filipina tahun 2005 lalu dengan mengumpulkan 5 medali emas. Sementara di Thailand tahun 2007 lalu tim merah-putih mengalami penurunan hanya menyuguhkan dua medali emas.
Hal ini yang menjadi catatan PB Forki, dengan harapan tim karate tidak mengulang kegagalan tahun lalu di Thailand. Guna mengantisipasi semua itu, maka Pelatnas kali ini menggunakan sistem Prodeg untuk menghasilkan atlet yang handal dan dapat diharapkan menyuguhkan prestasi optimal di SEA Games XXV. Sementara 30 atlet yang dipanggil masuk Pelatnas SEA Games XXV di Laos dijaring melalui PON XVII, POM ASEAN, KOI dan Kasad Cup pekan lalu. Dengan begitu, PB Forki tidak menggelar Seleknas lagi dalam menentukan para atletnya yang dipanggil masuk Pelatnas. (war)

Pelajaran Berharga dari Film Kung Fu Panda

Posted in SISI LAIN with tags on December 4, 2008 by kushinryu

kung fu panda Ada baiknya, kita membaca tulisan yang dikirim seorang teman tentang kebaikan yang termuat di film Kung Fu Panda.
Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam pemilihan Pendekar Naga, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1. The secret to be special is you have to believe you’re special.
Po
hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.

Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa.
Seperti kata Master Oogway, You just need to believe

2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present hadiah. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.

Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.

Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung
akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

PIALA KSAD 2008: Saatnya Wasit-Juri Melepaskan Baju Perguruan!

Posted in SISI LAIN with tags on December 3, 2008 by kushinryu

72512222KR080_15th_Asian_GaKEJUARAAN karate bergengsi Piala KSAD 2008 akan dihajat di Istora Senayan, Jakarta, pada 4-6 Desember ini. Sejumlah atlet nasional dipastikan akan memanaskan suasana. Mereka akan bertarung untuk membuktikan diri sebagai karateka terhebat, terkuat dan tercepat. Sebuah ajang yang ditunggu bagi karateka-karate di negeri ini.
Kita hanya bisa berharap, para wasit dan juri bersikap netral dan memimipn seadil-adilnya. Rasa pesimis boleh saja muncul. Mengingat, karate adalah olahraga yang tak terlepas dari unsur subjektivitas yang begitu kental. Sejumlah kasus memang sempat mewarnai hajatan kejuaran bergengsi bagi atlet-atlet senior ini.
Masih ingatkah saat Piala KSAD di gelar di Bandung, beberapa waktu lalu, ketika Piala KSAD terpaksa tak bertuan, lantaran ketidakjujuran wasit saat memimpin. Jack, atlet nasional Papua, yang seharusnya dinobatkan sebagai juara sejati dinyatakan kalah oleh Sony (Jatim), kala itu. Sebuah keputusan yang tak adil! Tapi itulah wajah perkaratean di negeri ini. Kepentingan perguruan masih melekat kuat di baju wasit dan juri kita.
Semoga, kebusukan itu tak lagi hadir di ajang Piala KSAD kali ini. Anda dan juga saya, tak berharap, bila tragedi Piala KSAD di Bandung akan terulang. Sebab, jika hal itu kembali terjadi, kemunduran bagi dunia perkaratean di negeri ini. Pengurus FORKI, wasit, juri dan atlet harus menjunjung tinggi sportivitas. Kepada wasit dan juri yang terhormat, mari sejenak melepaskan baju perguruan emi menciptakan sebuah pertandingan yang bernilai dan bermutu. Di pundak kalian, kami berharap…