Archive for May, 2009

MANTAN KARATEKA SELEWENGKAN DANA NASABAH RP1,3 M

Posted in SISI LAIN with tags on May 28, 2009 by kushinryu

SURABAYA, BANZAI - Mantan atlet karate Reni Kowaas, terancam hukuman pidana karena menyelewengkan dana senilai Rp1,3 miliar milik nasabah Bank Jatim.
Karateka putri yang pernah membela tim “Merah Putih” di ajang SEA Games itu diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis.
Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan itu, Reni didakwa melanggar pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHPidana.
“Sedang dakwaan subsider, pelaku dikenai pasal 3 dan pasal 18 UU 31/1999 diubah UU 20/2001,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Edi Subkhan.
Dalam surat dakwaan itu disebutkan, Reni Kowaas, dianggap melakukan penyalahgunakan jabatan saat menduduki posisi sebagai kepala seksi di Kantor Cabang Bank Jatim Universitas Wijaya Kusuma Surabaya periode 2003-2006.
Terdakwa diduga memanipulasi pencairan dana deposito dan giro para nasabah bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim itu.
Sejak kasus itu ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jatim, Rani Kowaas dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medaeng, Sidoarjo.
Usai membacakan surat dakwaan, Ketua Majelis Hakim, I.G.N. Astawa, menutup persidangan tersebut dan melanjutkannya Kamis (4/6) depan. (ANT)

TIGA KATEGORI BARU DI PIALA MENDAGRI

Posted in WARTA TATAMI on May 28, 2009 by kushinryu

180507 Gani Kurniawan-Karate 021BANDARLAMPUNG, BANZAI - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) karate Piala Mendagri XIII dan Mendiknas II di Bandarlampung 2009 akan mempertandingkan enam kategori, tiga di antaranya merupakan katagori baru sehingga menuntut panitia lebih siap dan banyak peserta.

Bidang Acara dan Humas Panitia Kejurnas karate Piala Mendagri dan Mendiknas 2009, Pajri, megatakan, di Bandarlampung, Selasa, keenam kategori itu adalah usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, yunior, dan U-21 tahun.

“Dari enam katagori itu tiga di antaranya merupakan kategori baru yang sebelumnya belum pernah dipertandingkan, yaitu kategori usia dini, pra-pemula, dan U-21 tahun,” katanya.

Pajri sendiri yang di Pengprov FORKI Lampung membidangi masalah pertandingan menjelaskan, dengan adanya tambahan tiga kategori baru itu, di mana masing-masing katagori juga masih terbagi dalam kelas yakni kumite dan kata, maka dipastikan akan lebih rumit.

“Dengan adanya penambahan tiga kategori baru itu persiapan panitia jelas harus lebih banyak dan lebih baik, begitu juga jumlah pesertanya menjadi jauh bertambah,” katanya.

Karena itu, kata Pajri lebih lanjut, pihak panitia sedang terus melakukan persiapan secara maksimal, baik secara teknis penyelenggaraan pertandingan maupun acaranya itu sendiri.

Pengurus Provinsi FORKI Lampung telah resmi melakukan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) bagi 172 karateka putra dan putri terbaiknya, menghadapi Kejuaraan Nasional karate Piala Mendagri XIII dan Mendiknas II di Bandarlampung 2009 itu.

Peresmian pembukaan Pelatda itu dilakukan oleh Ketua Umum Pengprov FORKI Lampung, Rachmat Abdullah, didampingi Ketua Hariannya, Hannibal, di GOR Saburai Bandarlampung, Minggu (17/5) lalu.

Kejurnas Karate Junior Piala Mendagri dan Mendiknas akan berlangsung di Kota Bandarlampung, 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 2009, akan diikuti sekitar 3.000 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia.

Ketua Umum Pengprov FORKI Lampung, Rachmat Abdullah, yang juga mantan Sekda Provinsi Lampung menilai event Kejurnas karate Pila Mendagri XIII dan Piala Mendiknas II tahun 2009 itu memiliki keistimewaan tersendiri bagi Provinsi Lampung.

Hal itu, karena selain menjadi peserta, Lampung juga menjadi tuan rumah, sehingga harus sama-sama bisa disukseskan. “Sebagai tuan rumah tentunya kita harus bisa menjadi tuan rumah yang baik. Apalah artinya juara bagi kita apabila kita gagal sebagai tuan rumah, kita ingin sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” katanya. (ANT)

Di Hari Pertama, Dojo Kopo Raih 11 Emas

Posted in WARTA TATAMI with tags on May 10, 2009 by kushinryu

Diva

Diva

BANDUNG, BANZAI – Dojo KKI Kopo berhasil menyapu bersih nomor KATA, yang dipertandingkan pada hari pertama Kejuaraan Karate se-Bandung Raya, Buchori CUP I memperebutkan Piala Walikota Bandung di GOR Istiqomah, Bandung, 9 Mei 2009.

Novel Bajri, Ketua Tim Manajer KKI Kopo mengatakan, Dojo Kopo berhasil mengumpulkan 11 Emas, 7 Perak, 3 Perunggu. Perolehan medali yang diraih anak didiknya didapat dari seluruh nomor KATA, baik perorangan maupun beregu. “Kita berharap pada hari kedua, kita akan mengumpulkan medali dari nomor kumite. Peluang untuk menambah perolehan medali sangat terbuka,” katanya.

Atlet senior yang juga mantan atlet nasional Jawa Barat, Cucun Mulyana dan Aat Tezamahlia, berhasil menyumbangkan emas pertama lewat nomor Kata Perorangan Putra kelas Veteran usia 40 tahun. Di kelas putra, Cucun berhasil mengungguli karateka senior dari Dojo Supratman, Aep.

Dominasi Dojo KKI Kopo juga terjadi pada nomor kata beregu. Diva-Alika-Denia, berhasil menyumbangkan medali di nomor kata beregu usia pembinaan. Kemenangan tersebut disusul pula oleh Aderia Cs (Dini dan Ilayanti), yang berhasil menyumbangkan emas di nomor kata beregu kadet. Sementara di nomor kata perorangan, emas untuk Dojo Kopo disumbangkan karateka yunior Nanang, Bayu dan Dendi Sarosa di nomor Kadet. “Kami yakin anak-anak Kopo akan mendulang emas kembali di hari kedua,” ujar asisten pelatih Dadah Rosadah.

Pada hari kedua, akan dipertandingkan nomor kumite baik yunior maupun senior.
Kejuaraan Buchori Cup I digagas Dojo Supratman, yang merupakan cabang binaan mendiang Sensei Buchori HW (DAN VI Karate-Do Int). Kejuaraan tersebut digelar sebagai bentuk hormat murid-murid beliau atas usahanya mengembangkan KKI baik di Jawa Barat maupun di seluruh Indonesia.

Sensei Buchori merupakan salah satu murid langsung Soke Matsuzaki yang tergabung dalam PASSUS (Pasukan Khusus) KKI I. Semasa hidupnya, beliau pernah ikut serta dalam pembentukan PORKI (persatuan Olah Raga Karate Indonesia), yang kemudian berganti nama menjadi FORKI (Federasi Olah Raga Karate Indonesia). Selain pernah menjabat Ketua Dewan Guru KKI Jabar, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Guru PP-KKI. (zallu)

Di Kejuaraan Asia SMA, Indonesia Raih Dua Medali Emas

Posted in WARTA TATAMI with tags on May 8, 2009 by kushinryu

Kuala lumpur, Kompas - Indonesia meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Kejuaraan Karate Asia SMA (Sports Master Athlete) Cup II di OCM Indoor Sports Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (2/5). Kedua medali emas dipersembahkan Megi Dwi Jayanti (12) di kelas kata putri dan Rakha Agung Suryandaru (13) untuk kategori usia 12 hingga 13 tahun.

Megi, siswa kelas III SMPN 13 Padang, juga meraih medali perak untuk nomor kumite. Megi kalah dari karateka tuan rumah di babak final kategori usia 12 sampai 13 tahun. ”Saya sendiri tidak menyangka bisa meraih dua medali sekaligus. Sebab, ini pengalaman pertama saya bermain di luar negeri,” katanya.

Pelatih Teguh S Hariyanto yang mendampingi Megi mengatakan, atletnya baru beberapa kali tampil di dalam negeri dan pernah meraih medali di Kejuaraan Karate Bogor Open 2007. ”Saat itu di final kata, Megi kalah dari adik kembarnya, Mega Dwi Jayanti. Sedangkan di kumite Megi memperoleh medali emas,” katanya.

Adapun Rakha, kata pelatih Donny Zaiko, memang ditargetkan meraih medali emas. ”Sebab, Desember lalu, saat bermain di Kuala Lumpur juga, Rakha sudah memperoleh medali emas di nomor kata,” katanya.

”Saya sempat grogi. Namun, saya lebih percaya diri setelah tahu hanya saya yang membawakan jurus Gankaku di final. Jurus itu memiliki kesulitan tinggi,” kata Rakha, siswa kelas I SMPN 115 Tebet, Jakarta Selatan.

Satu-satunya medali perunggu diperoleh karateka Andi Fadlin Rivai (11) yang baru duduk di kelas V SD Kartika Padang. Andi kalah dari karateka muda tuan rumah, Puran Bahador, yang berasal dari Perguruan Hayashi-Ha Shito-Ryu-Kai Malaysia yang meraih medali emas. Adapun untuk perak diraih karateka Uzbekistan, Mamajonov Begzod.

”Kami senang bisa membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu ke Padang. Sebab, selain persiapannya hanya dua minggu, kami hadir di sini tanpa target apa pun. Yang selalu saya ingatkan kepada anak-anak, kalian harus bermain sebaik mungkin,” kata Surya Darma, Pelatih Kepala Tim Karate Padang.

Kontingen Indonesia yang turun di Kejuaraan Karate Asia SMA II Cup tahun ini mencapai 60-an karateka. Sebab, selain karateka yang tergabung di Pelatnas Terpadu KONI Pusat yang mencapai 31 atlet, terdapat enam karateka dari DKI Jakarta, tujuh karateka dari Padang, dan dua karateka dari Surabaya.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) yang menurunkan tiga karateka, Hazem Alaa, Khalifa Abbar, dan Osama Sayed, memperoleh dua perak dan lima perunggu. Alaa Khalil, Manajer Tim UEA, merasa sangat senang dengan hasil tersebut. ”Karena kami datang hanya dengan target yang tidak lebih dari tiga medali,” kata Khalil dari DP World yang ber-home base di Dubai.

Ketua Perguruan Hayashi-Ha Shito-Ryu-Kai Karate-Do Malaysia, Dr Ponniyah, yang menjadi Ketua Tim Pengarah Kejuaraan Karate se-Asia SMA Cup II, menegaskan, kejuaraan diikuti delapan negara dengan sekitar 250 karateka. (NIC)