Ada baiknya kita rehat sejenak untuk menyimak tulisan ini. Buat kami tulisan ini memberikan kekuatan, energi bahwa kami harus tetap bangkit dan maju dengan segala rintangan yang ada. Berbagai tekanan dan upaya provokasi terus diusahakan agar pelaksanaan Gasshuku (bersama-sama di tempat latihan) yang hendak kami lakukan batal digelar.
Tapi maaf! Kami tak akan mundur… Tidak menjadi pengurus atau diasingkan dari kepengurusan organisasi KKI tak akan melunturkan niat kami untuk terus mengembangkan aliran beladiri Kushin Ryu yang telah diberikan oleh Soke Matsuzaki yang kami cintai. Sampai Mati!
Tak ada niatan bagi kami mengkhianati KUSHIN RYU. Lambang bagi kami hanyalah simbol. Disetujui ataupun tidak oleh organisasi apapun namanya, buat kami bukan kiamat. Lambang itu tak bisa direnggut dalam jiwa, darah dan nadi kami. Toh, Lambang KUSHIN RYU sudah terpatri dalam jiwa dan raga kami.
Kalaupun kami dianggap berseberangan dengan kebijakan pengurus KKI periode 2006-2011, bukan berarti kami hendak menjadi pembangkang. Kami hanya ingin mengembalikan KKI pada khitohnya sebagai sebuah organisasi beladiri, yang tetap menjungjungtinggi nilai-nilai bushido.
Semoga tulisan di bawah memberi kekuatan kepada mereka yang merasa terasing atau juga memang sengaja diasingkan…
MASALAH ADALAH TANTANGAN UNTUK MAJU
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya.
Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku!
Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.